Kupang, LIPUTANNTT.com,Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah rapat koordinasi pembahasan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur yang digelar di Aula Kantor Karantina NTT, Selasa (26/05). Kegiatan ini mempertemukan berbagai instansi untuk membahas perkembangan ekonomi daerah serta strategi penguatan perdagangan komoditas unggulan di NTT.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT ini berlangsung dinamis dengan membahas berbagai indikator ekonomi dan strategi penguatan perekonomian daerah.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan bahwa Provinsi NTT menunjukkan adanya laju pertumbuhan ekonomi yang positif. Menurutnya, aktivitas perdagangan dan pergerakan komoditas di berbagai sektor terus berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Bulan ini rapat koordinasi membahas tema neraca perdagangan komoditas ekonomis penting, ekspor impor substitusi serta simplifikasi regulasi. Ini penting untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujar Melki Laka Lena.
Kepala Karantina NTT, Simon Soli turut memaparkan perkembangan ekonomi dari sisi nilai barang yang dilalulintaskan melalui wilayah NTT. Berdasarkan data Best Trust, nilai lalu lintas komoditas yang keluar dan masuk melalui pelabuhan maupun bandar udara di NTT sampai dengan April 2026 mencapai 2,1 triliun rupiah.
Dalam paparannya Simon Soli menyoroti berbagai komoditas unggulan ekspor yang dimiliki NTT antara lain telur ayam konsumsi, fresh king fish, dan tomat.
“Telur ayam konsumsi yang diekspor ke Timor Leste mencapai nilai sekitar Rp3,3 miliar. Sementara itu, komoditas Fresh King Fish yang dikirim ke Singapura mencatat nilai sekitar Rp1,2 miliar, serta komoditas tomat yang diekspor ke Timor Leste mencapai Rp3,2 miliar,” terangnya
Capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas unggulan NTT semakin mampu menembus pasar ekspor dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Simon Soli juga menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan karantina tidak hanya fokus pada pencegahan hama dan penyakit, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi komoditas dan perdagangan antardaerah.
Menurutnya, kelancaran lalu lintas komoditas yang aman dan memenuhi persyaratan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan sektor usaha masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, Karantina NTT bersama seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi NTT.
Simplifikasi regulasi dan penguatan koordinasi antarinstansi diharapkan mampu mempercepat pengembangan potensi komoditas unggulan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir pada rakor kali ini Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Bea Cukai Kupang, Kepala Kantor OJK, Kepala Badan Pusat Statistik, akademisi dari beberapa universita serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

