KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI Provinsi NTT) terus mendorong program penguatan literasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berlokasi di Aula Nembrala KPwBI Provinsi NTT, Kamis (18/6),
KPwBI Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) secara hybrid yang diikuti langsung oleh 20 (dua puluh) pegawai Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif Bank Indonesia bersama BP3MI Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat kapasitas pegawai BP3MI sehingga mampu menjadi agen edukasi terkait digitalisasi sistem pembayaran, Pelindungan Konsumen, serta Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat, khususnya PMI dan calon PMI.
Pegawai BP3MI dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pendalaman instrumen pembayaran, serta edukasi keamanan transaksi digital. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Bapak Didiet Aditya Budi Prabowo selaku Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi NTT. Bapak Didiet menyampaikan edukasi pelindungan konsumen dan CBP (Cinta, Bangga dan Paham) Rupiah sangat penting bagi masyarakat. Di tengah semakin maraknya berbagai macam bentuk penipuan secara digital, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan lebih menjaga kerahasiaan data pribadi.
Bila ditemukan gejala penipuan antara lain seperti sambungan telepon / whatsapp yang meminta data kartu debet/kredit, iming – iming mendapatkan untung besar dengan meminta data pribadi, dan lainnya, maka dapat dipastikan ini adalah penipuan karena merchant/ toko dan perbankan tidak akan pernah meminta data-data pribadi tersebut dalam bertransaksi.
Masyarakat diharapkan agar mencari tahu terlebih dahulu dan melaporkan ke pihak yang berwenang, sesuai dengan slogan Pelindungan Konsumen yakni “Kalau ragu, stop dulu”. Adapun edukasi CBP Rupiah dapat menjadi bekal dalam mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah, sebagai bentuk mitigasi akan adanya uang palsu yang diedarkan oleh oknum di masyarakat.
Selanjutnya, terdapat sambutan dari Ibu Suratmi Hamida selaku Kepala BP3MI Nusa Tenggara Timur yang menekankan pentingnya edukasi bagi pekerja migran terkait penggunaan layanan keuangan secara bijak serta mengetahui bahanya dan tindakan preventif pencegahan bahaya dari digitalisasi. Kegiatan dilanjutkan dengan penguatan kapasitas peserta melalui penyampaian sejumlah materi utama, antara lain Pengelolaan Keuangan dan Public Speaking oleh Ibu Beatrix Yunarti Manehat, Dosen Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira, serta materi Sistem Pembayaran Non Tunai, Pelindungan Konsumen, dan Cinta, Bangga, Paham Rupiah dari Tim KPwBI Provinsi NTT.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi sistem pembayaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Melalui ToT ini, pegawai BP3MI diharapkan mampu menjadi agen edukasi terkait digitalisasi sistem pembayaran, Pelindungan Konsumen, dan CBP Rupiah yang dapat menyampaikan informasi secara tepat dan aplikatif kepada PMI dan calon PMI.
Sinergi antara KPwBI Provinsi NTT dengan BP3MI Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat dalam bertransaksi, memperkuat pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

