KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Bank Indonesia BI NTT kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Gerakan Pasar Murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor PD Pasar Oebobo, Kota Kupang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH, yang mewakili Wali Kota Kupang.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kebutuhan pokok masyarakat terus kita jaga dan tetap tersedia, Inflasi kota Kupang pada Juni 2026 4,2 persen oleh karena itu pengendalian Inflasi tidak boleh di pandang sebagai upaya mengejar angka statistik, Inflasi yang terkendali adalah daya beli masyarakat tetap terjaga, biaya hidup lebih ringan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat, ini adalah bentuk tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sehingga mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga khususnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan, pemerintah daerah kota Kupang mengajak seluruh pemangku usaha distributor kelompok tani dan seluruh mitra Pembangunan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan Daerah. Pemerintah tetap memasukkan stok pangan tetap tersedia.
Selanjutnya Pemerintah kota Kupang menyampaikan dan apresiasi kepada tim pengendalian Inflasi kota Kupang, dinas ketahanan pangan kota Kupang, BI NTT, Perum Bulog Badan pangan Nasional, Pemprov NTT, para distributor, pelaku usaha dan seluruh pihak yang telah bergandeng tangan menyuseskan gerakan pangan murah hari ini, semoga kolaborasi yang baik ini terus kita rawat terus menjaga stabilitas, harga bukan hanya menjaga angka inflasi tetapi menjaga ketenangan setiap keluarga dan menjaga daya beli masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya." Ujar Ignasius
Turut hadir memberikan sambutan, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rio Khasananda. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengendalikan inflasi daerah melalui upaya menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kehadiran pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam menjaga daya beli masyarakat memastikan pemasok dan kendali inflasi pangan, upaya tersebut menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di kota Kupang, perkembangan tersebut menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, karena kebutuhan pangan bersentuhan langsung dengan masyarakat,
Operasi pasar hari ini merupakan implementasi nyata dari strategi tersebut. Masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, kegiatan perdana hari ini di kecamatan Oebobo, operasi pasar akan di lakukan di 5 kecamatan lainnya." Ujar Rio.
Lanjut lagi dalam menjaga stabilitas harga secara komprehensif, suasana operasi pasar hari ini juga serentak di 3 provinsi, Bali NTT dan NTB, merupakan gerakan pengendalian inflasi yang di laksanakan di Bali Nusra pada hari ini yang mendatangkan Menteri Dalam Negeri dan menteri lainnya.
Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah memfasilitasi distribusi dan peningkatan komunitas pangan strategis serta penguatan data dan informasi pangan. Bank Indonesia (BI) juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijaksana sesuai dengan kebutuhan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lewat pangan lokal, agar asas manfaatnya lebih baik, dan merata, Bank Indonesia Perwakilan NTT memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah kota Kupang, TPID kota Kupang, dan seluruh perangkat daerah, perum Bulog, perum pasar dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini." harap Rio.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil, mengatakan bahwa pelaksanaan Gerakan Pasar Murah merupakan bagian dari Operasi Pasar Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi Pangan yang menyasar pasar-pasar objek pemantauan harga di Kota Kupang.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan strategis, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Selain itu, pasar murah diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi di Kota Kupang.
Lebih lanjut Ia mengharapkan gerakan pangan murah ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, menjaga daya beli menekan inflasi serta memperkuat ketahanan pangan di kota Kupang." harap Khairil.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang. Kehadiran seluruh unsur TPID menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pangan.
Melalui Gerakan Pasar Murah ini, Pemerintah Kota Kupang berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut dihadiri para pimpinan OPD kota Kupang, asisten II sekda kota Kupang, kepala deputi BI NTT, Perum Bulog, Dirut PD Pasar, Camat Oebobo, Lurah Fatululi, insan pers dan tamu undangan lainnya.(*/ HM)



