KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Gempa Flores menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah tugas memantau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores, Gubernur NTT Melki Laka Lena tetap mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTT ke-84 secara virtual melalui Zoom, Selasa (18/8/2026).
Rapat paripurna tersebut digelar dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Melki Laka Lena hadir melalui sambungan Zoom dari tengah agenda penanganan bencana di Flores. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa di tengah fokus pemerintah menangani dampak gempa, agenda pemerintahan dan koordinasi dengan DPRD tetap berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Melki menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD NTT karena tidak dapat hadir secara langsung di ruang rapat paripurna.
Ia menjelaskan, dirinya sejak sekitar pukul 16.00 WITA sebelumnya telah menunggu penerbangan Wings Air menuju Kupang. Namun, penerbangan mengalami beberapa kali penundaan sehingga dirinya tidak dapat tiba sesuai jadwal.
Menurut Melki, pihaknya juga telah berupaya mencari alternatif penerbangan lain. Namun, pilihan tersebut tidak memungkinkan karena berbagai kendala.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmennya untuk tetap mengikuti agenda pemerintahan. Gubernur memilih hadir melalui Zoom sehingga dapat mengikuti jalannya rapat paripurna sekaligus tetap menjalankan tugas penanganan bencana di Flores.
Pantau Langsung Kondisi Pengungsi
Melki menjelaskan bahwa keberadaannya di Flores berkaitan langsung dengan upaya pemerintah memantau kondisi masyarakat terdampak gempa.
Gubernur bersama jajaran pemerintah turun ke sejumlah lokasi pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung, mendengarkan kebutuhan warga, serta memastikan penanganan dan bantuan pemerintah berjalan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi memiliki jumlah pengungsi sekitar 1.500 orang.
Di lokasi tersebut, Melki mendengarkan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang disampaikan masyarakat. Pemerintah juga memantau bantuan yang telah diterima warga dari berbagai daerah.
Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya berdasarkan laporan dari lapangan. Pemerintah perlu hadir secara langsung agar dapat mengetahui kondisi masyarakat dan menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain memantau sejumlah lokasi di Flores, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam penanganan dampak gempa.
Melki menyebut sejumlah wilayah menjadi perhatian pemerintah, termasuk Manggarai Timur dan daerah-daerah lain yang terdampak.
Pemerintah Bagi Tugas Tangani Gempa
Di tengah situasi bencana, Pemerintah Provinsi NTT terus melakukan pembagian tugas di antara jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Melki mengatakan rapat-rapat khusus bersama pimpinan OPD dilakukan hingga malam hari untuk memastikan seluruh tim mengetahui tugas masing-masing dan penanganan masyarakat dapat berjalan.
“Kami memastikan bahwa kami juga bekerja malam ini. Rapat-rapat khusus sampai jam 12 malam bersama semua pimpinan OPD untuk seluruh tim. Kita berbagai tugas,” ujar Melki dalam rapat paripurna.
Ia menegaskan pemerintah provinsi terus bergerak bersama pemerintah pusat dalam menangani kondisi masyarakat di Flores.
Koordinasi dilakukan agar kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak dapat segera direspons, termasuk kebutuhan para pengungsi yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan.
Tetap Hadiri Paripurna DPRD NTT
Meskipun sedang berada di Flores untuk memantau langsung penanganan gempa, Melki tetap menyempatkan diri mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTT ke-84.
Kehadiran melalui Zoom tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan agenda pemerintahan tetap berjalan di tengah situasi darurat bencana.
Melki juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan DPRD NTT dan seluruh anggota dewan karena tidak dapat hadir secara langsung.
Ia mengatakan kondisi tersebut merupakan situasi yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, terutama karena kendala penerbangan dan tugas penanganan bencana yang sedang dilakukan.
“Saya mohon maaf kepada Ibu Ketua, Bapak dan Ibu Ketua serta Bapak dan Ibu Anggota DPRD yang terhormat karena kondisi ini,” ungkapnya.
Rapat Paripurna DPRD NTT ke-84 kemudian tetap berlangsung dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.
Di tengah penanganan gempa Flores, Pemerintah Provinsi NTT memastikan dua agenda penting tetap berjalan secara bersamaan: merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana sekaligus menjalankan roda pemerintahan dan pembahasan agenda perubahan anggaran daerah tahun 2026.(*/HM)

