FPKP Undana Berdayakan Alumni, Sebagai Pengajar Teknik IB Sapi bagi Petugas Lapangan Kabupaten Kupang

Pemred Liputan NTT
0

KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan sumber daya manusia peternakan daerah. 


Melalui kerja sama strategis dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, FPKP Undana menggelar Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi yang berlangsung di Aula Pascasarjana Undana, Kamis (15-16/10/2026). Yang menarik, pelatihan ini memberdayakan alumni FPKP Undana, Marno Neno Bunda, sebagai tenaga pengajar di Lapangan. ini sebuah langkah konkret hilirisasi kompetensi kampus ke tengah masyarakat.


Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Undana Prof. Dr. Philiphi de Rozari, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Oktaviana Manulangga, serta jajaran dosen, mahasiswa, dan peserta pelatihan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi petugas inseminator lapangan sekaligus memperkuat arah pembangunan peternakan daerah yang berfokus pada peningkatan mutu genetik dan produktivitas sapi unggul.


Marno Neno Bunda bukan nama asing di lingkungan FPKP Undana. Mahasiswa Program Studi Ilmu Peternakan ini dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan, menjabat sebagai Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FPKP Undana periode 2025-2026, dan Ketua Bidang Sosial Masyarakat Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) Wilayah V serta Saat ini menjabat Sebagai Direktur LSM CRYSAN INDONESIA. Namun, di balik sederet prestasi kepemimpinannya, Marno memiliki kompetensi teknis yang mumpuni di bidang peternakan.


Dr. Franchy Cristian Liufeto, Wakil Dekan I FPKP Undana, menegaskan bahwa kemampuan Marno tidak hanya terbatas pada penguasaan teori akademik. "Kemampuan Marno bukan hanya pada aspek teoritis. Ia juga mampu membuktikan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas yang membuka ruang pengembangan diri, termasuk kemampuan kepemimpinan dan keterampilan teknis sebagai duta inseminator," ungkapnya. 


Marno tercatat memiliki kemampuan melakukan inseminasi buatan (IB) secara mandiri pada unggas, babi, hingga sapi sebuah keahlian yang kini ia tularkan kepada para peserta pelatihan.


Kontribusi Marno dalam pengembangan peternakan NTT juga tercermin dari karya tulisnya yang berjudul "Problematika Inbreeding pada Ternak Sapi di Pulau Timor dan Strategi Pemuliaan Berbasis Inseminasi Buatan". Dalam tulisannya, ia menyoroti bahwa sistem pemeliharaan sapi di Pulau Timor yang masih didominasi model ekstensif tradisional melepas bebas ternak di padang penggembalaan tanpa kontrol perkawinan menimbulkan risiko serius terhadap degradasi kualitas genetik sapi lokal. Teknologi IB, menurutnya, merupakan instrumen paling strategis dalam memutus rantai inbreeding sekaligus mempercepat perbaikan mutu genetik sapi di Pulau Timor.


Pelatihan IB Ternak Sapi ini merupakan bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan FPKP Undana. Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa pembangunan sektor peternakan daerah saat ini telah bertransformasi dengan menitikberatkan pada perbaikan kualitas genetik ternak, bukan sekadar mengejar kuantitas populasi. "Kita memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. Tetapi, kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memaksimalkan potensi tersebut," tegas Bupati.


Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyambut hangat kepercayaan Pemkab Kupang terhadap kapasitas akademis Undana. Menurutnya, sektor peternakan sapi merupakan pilar vital perekonomian NTT yang membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari penyiapan populasi ternak, peningkatan kompetensi SDM petugas, hingga pemantapan ekosistem usaha dari hulu ke hilir. "Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.


Kolaborasi ini juga sejalan dengan inisiatif FPKP Undana yang tengah menyempurnakan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkirakan bobot badan sapi secara presisi melalui analisis citra kamera. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan ternak yang lebih efisien ketika teknologi sudah siap diterapkan.


Pemberdayaan alumni seperti Marno Bunda sebagai pengajar pelatihan merupakan wujud nyata hilirisasi riset kampus ke tengah masyarakat. FPKP Undana sebelumnya juga telah melibatkan alumni dalam bersinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk mendorong hilirisasi riset peternakan dan pengembangan sektor peternakan di NTT. Salah satu alumni, Sefrans Banamtuan, yang kini berperan sebagai asisten pengajar di FPKP Undana, dipercaya sebagai Community Development Officer (CDO) Kementerian PPN/Bappenas dalam Program Kemitraan Strategis komoditas sapi potong di Kabupaten Kupang.


Ke depan, kolaborasi antara FPKP Undana dan Pemkab Kupang diharapkan terus memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Kerja sama yang berkelanjutan tidak hanya mendukung pengembangan peternakan, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah. Dengan melibatkan alumni sebagai pengajar, FPKP Undana memastikan bahwa kompetensi yang dibangun di bangku kuliah benar-benar memberi dampak nyata bagi peternak di Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur secara lebih luas.(*)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa