KUPANG, LIPUTANNTT.Com, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, secara resmi membuka Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Edukasi Gizi di Satuan Pendidikan Kabupaten Kupang Tahun 2026, Selasa (20/10/2026) pagi, di Hotel Neo Eltari, Kupang.
Dalam sambutannya, Mateldius Sanam menyampaikan apresiasi kepada UNICEF, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, serta BPMP Provinsi NTT atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus didukung pemenuhan gizi anak sejak dini. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Kupang pada tahun 2024 mencapai 39,5%. Kondisi ini membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari seluruh pihak.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi di sekolah,” ujarnya.
Mateldius menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG harus memperhatikan keamanan pangan, kebersihan, dan sanitasi. Pengelolaan makanan, mulai dari penyimpanan hingga distribusi kepada peserta didik, harus mengikuti prosedur operasional standar agar makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.
Ia juga meminta kepala sekolah dan guru berperan aktif dalam mengawasi distribusi makanan, memantau pertumbuhan anak, serta mengintegrasikan edukasi gizi seimbang dalam kegiatan pembelajaran.
Pelatihan selama tiga hari ini diikuti peserta dari 25 PAUD dan 19 SD sasaran. Materi pelatihan mencakup tata kelola MBG, keamanan pangan, higiene dan sanitasi, pemantauan pertumbuhan anak, pelaporan digital, serta edukasi gizi seimbang.
“Saya meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi dengan para fasilitator. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan di sekolah agar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, Ibu Hai Ragalawa, yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT, menyampaikan bahwa pemberian makanan bergizi perlu disertai edukasi agar anak-anak memahami pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan mereka.
Ia menekankan peran guru PAUD dan SD dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, termasuk mengenalkan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para tenaga pendidik mampu mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat edukasi gizi di sekolah guna meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Kupang.
Turut Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Marthen Rahakbauw, Para Narasumber dan Fasilitator Nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, BPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTT, Tim Satuan Tugas MBG Kabupaten Kupang, Para Kepala Sekolah, Guru-Guru PAUD dan SD, dan peserta pelatihan.(*)

