Marno (Undana Kupang) Inisiasi Diskusi Peternakan Berkelanjutan di Lahan Kering Timur Indonesia serta Gelar Kampanye Gizi di Bundaran UGM

Pemred Liputan NTT
0

Yogyakarta, LIPUTANNTT.Com,Dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Marno, mahasiswa aktif Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, tampil sebagai salah satu penggerak utama. Ia tidak hanya menginisiasi diskusi khusus mengenai solusi pengembangan peternakan berkelanjutan di wilayah lahan kering Indonesia Timur, tetapi juga berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk aksi sosial kampanye gizi.


Marno yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FPKP Undana sekaligus Ketua Bidang Sosial Masyarakat Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) ini memandang bahwa pendekatan peternakan selama ini masih berpusat pada daerah basah sehingga kurang adaptif jika diterapkan di wilayah semi-arid seperti NTT, NTB, Sulawesi, Maluku, dan Papua.


“Lahan kering bukan berarti tidak produktif. Justru tantangan utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan kearifan lokal, teknologi efisien air, dan pakan berbasis sumber daya lokal. Sebagai anak peternakan dari NTT dan bagian dari kepengurusan ISMAPETI yang membidangi sosial masyarakat, saya merasa perlu membawa isu ini ke forum nasional,” ujar Marno di sela-sela diskusi yang berlangsung hangat di salah satu ruang sidang Fakultas Peternakan UGM, minggu (29/3/2026).


Dalam forum yang dihadiri puluhan perwakilan mahasiswa peternakan se-Indonesia itu, Marno memaparkan tiga pilar solusi pengembangan peternakan berkelanjutan di lahan kering:


Pertama, penerapan sistem silvopastura dengan tanaman pakan tahan kekeringan seperti sorgum, indigofera, serta legum pohon lokal seperti gamal dan lamtoro yang sudah terbukti adaptif di kawasan Timur Indonesia.


Kedua, pemanfaatan teknologi panen air hujan sederhana dan embung mikro untuk mencukupi kebutuhan ternak di musim kemarau panjang, sebuah praktik yang mulai dikembangkan di beberapa kabupaten di NTT.


Ketiga, penguatan kelembagaan peternak berbasis koperasi untuk menjamin rantai pasok, penyediaan pakan, dan akses pasar yang stabil.


Tak hanya berhenti pada diskusi, Marno juga membuktikan peran aktifnya di bidang sosial masyarakat dengan menginisiasi kampanye gizi berupa pembagian susu dan telur gratis. Aksi tersebut digelar di bundaran depan gerbang UGM, Yogyakarta, dan menyasar masyarakat sekitar serta mahasiswa yang melintas. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen ISMAPETI untuk menghubungkan isu peternakan berkelanjutan dengan pemenuhan gizi masyarakat perkotaan secara nyata.


“Kita tidak hanya berbicara tentang produksi ternak di lahan kering, tetapi juga bagaimana hasil peternakan bisa langsung dirasakan masyarakat, termasuk di kampus dan sekitarnya. Kampanye gizi ini bentuk nyata kepedulian kami,” tambah Marno usai membagikan ratusan porsi susu dan telur rebus.


Ketua Umum ISMAPETI,(M.Syarkhul Muin) menyambut baik inisiatif dari pengurus inti ISMAPETI asal Indonesia Timur ini. “Peternakan di lahan kering bukan sektor yang lemah, tapi butuh pendekatan adaptif dan inovatif. Dengan manajemen yang tepat, justru bisa menjadi model peternakan berkelanjutan berbasis lokal dan berperan penting dalam ketahanan pangan” ujarnya. 


Diskusi ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk kelompok kerja kecil yang akan menyusun buku putih (white paper) berjudul “Model Peternakan Adaptif untuk Wilayah Lahan Kering Indonesia Timur”. Marno berharap gagasan yang lahir dari forum mahasiswa ini, serta aksi nyata kampanye gizi yang telah dilakukan, dapat menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan peternakan di seluruh Indonesia dalam mengintegrasikan advokasi kebijakan dengan pelayanan sosial langsung kepada masyarakat.


 “Perjuangan dan pergerakan mahasiswa profesi peternakan harus lebih di kuatkan, ketahanan pangan terutama kebutuhan protein hewani kini harus mampu di rasakan hingga seluruh pelosok negeri kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi mari kita ambil peran sebagai mahasiswa peternakan untuk membangun peternakan yang adil dan makmur" tambah M. Syarkhul Muin(Ketua Umum).(*)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa