Wali Kota Christian Widodo Apresiasi Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Jalan Salib Jadi Pengingat Harapan dan Keteguhan Iman

Pemred Liputan NTT
0

  

KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas Prosesi Jalan Salib Ke-X Tahun 2026 Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang yang berlangsung di Taman Nostalgia Kupang, Kamis (2/4).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, pemimpin ibadah Pdt. Frans A. Dillak, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang Pdt. Delviana K. Poych Snae, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, para asisten Sekda, para pendeta se-Klasis Kota Kupang, para Ketua Badan Pengurus Pemuda GMIT se-Klasis Kota Kupang, Ketua Panitia George Ndoen Boey beserta jajaran panitia, Ketua Pengurus Pemuda GMIT Erenst Blegur, para rohaniawan/rohaniawati se-Kota Kupang, para peserta Jalan Salib, serta jajaran perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.


Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para pemuda GMIT yang telah bekerja keras mempersiapkan prosesi tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan hal yang mudah karena membutuhkan latihan panjang serta dedikasi yang kuat.


“Ini adalah bentuk cinta dan penghormatan saya kepada pemuda GMIT yang sudah berjuang luar biasa. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujarnya.


Menurutnya, prosesi Jalan Salib bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia menggambarkan Jalan Salib sebagai perjalanan batin yang sarat dengan pesan tentang pengorbanan, penderitaan, rintangan, hingga kesunyian, namun pada akhirnya bermuara pada harapan dan kebangkitan.


“Di ujung dari setiap perjuangan selalu ada harapan. Itulah yang harus terus kita pegang. Tanpa harapan, manusia sesungguhnya telah kehilangan makna hidupnya,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harapan dalam situasi sesulit apa pun. Harapan, menurutnya, menjadi kekuatan utama yang menjaga manusia tetap bertahan dan terus melangkah menghadapi tantangan hidup.


Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk merenungkan makna memikul “salib” dalam kehidupan masing-masing. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki tantangan dan tanggung jawab yang berbeda, baik sebagai mahasiswa, pelayan gereja, aparatur pemerintah, maupun pemimpin.


“Pertanyaannya, apakah kita masih berani berdiri tegak dan memikul salib kita masing-masing? Ini yang harus dijawab oleh kita semua, terutama para pemuda,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan bahwa pemuda tidak hanya berperan sebagai penentu masa depan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa kini. Mengutip pernyataan Soekarno, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam perubahan.


“Bung Karno pernah berkata, ‘Berikan saya 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’. Artinya, pemuda dibutuhkan sekarang, bukan hanya nanti,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia berharap pemuda GMIT dapat terus menjadi “garam dan terang dunia” yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia juga menekankan bahwa kekuatan sejati bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit setiap kali mengalami kegagalan.


Wali Kota turut memberikan ilustrasi tentang makna keberanian dengan menyinggung sosok petinju dunia Muhammad Ali. Menurutnya, keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, tetapi kemampuan untuk melangkah dan melampaui rasa takut tersebut.


“Orang berani bukan yang tidak takut, tetapi yang mampu berjalan dan melampaui rasa takutnya,” tambahnya.


Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berharap prosesi Jalan Salib ini mampu menumbuhkan semangat baru, memperkuat iman, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Kota Kupang.


“Kiranya dari kegiatan ini lahir semangat baru, iman yang semakin hidup, persaudaraan yang semakin erat, dan Kota Kupang yang semakin diberkati. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych Snae, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa prosesi Jalan Salib merupakan warisan iman yang berharga dari generasi pemuda sebelumnya yang terus dijaga hingga saat ini. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari panggilan gereja untuk menjadi komunitas misioner yang hadir di tengah dunia sebagai garam dan terang.


Menurutnya, pelaksanaan Jalan Salib memiliki lima makna penting, di antaranya sebagai sarana refleksi teologis di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media sosial. Melalui prosesi ini, umat diajak tidak hanya membaca kisah Alkitab, tetapi juga mengalami secara visual penderitaan Kristus, sehingga iman menjadi lebih hidup dan kontekstual. Selain itu, Jalan Salib juga berfungsi sebagai sarana edukasi atau “katekisasi visual” yang membantu jemaat memahami kisah sengsara Kristus dengan lebih mendalam melalui dramatisasi di setiap etape.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa prosesi ini juga menjadi bentuk kesaksian iman di ruang publik, sekaligus wadah membangun persekutuan dan kebersamaan lintas elemen. Di sisi lain, Jalan Salib menjadi momentum transformasi hidup, mengajak umat untuk bertobat, memulihkan diri, serta membangun integritas dan keteladanan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, serta dedikasi para pemuda yang berlatih hingga larut malam demi menyukseskan kegiatan ini, seraya berharap damai sejahtera Allah senantiasa memelihara kehidupan umat dalam Kristus.

Prosesi Jalan Salib Ke-X ini dilaksanakan dalam 10 etape yang melintasi sejumlah gereja GMIT di Kota Kupang. Rute prosesi dimulai dari kawasan Taman Nostalgia Kupang, kemudian melewati GMIT Kota Baru, GMIT Pniel Oebobo, GMIT Kefas Oetete, GMIT Koinonia Kupang, GMIT Syalom Kupang, GMIT Kemah Ibadat Airnona, GMIT Rehobot Bakunase, GMIT Hosana Batuplat, dan berakhir di GMIT Pohonitas Manulai II sebagai titik akhir perenungan.(*/ crd)




Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa