KUPANG, LIPUTANNTT.com,Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri dan membuka kegiatan "Lokakarya Persiapan Penguatan Program Pendidikan dan Gizi, serta Koordinasi Penyelenggaraan Rantai Pasok Bahan Baku Pangan" yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Jumat 10 April 2026.
Kegiatan yang menggandeng berbagai mitra terkait ini bertujuan memastikan program pendidikan (terutama di sekolah) terintegrasi dengan program gizi seperti pemberian makanan bergizi untuk siswa, edukasi pola hidup sehat pencegahan stunting. Juga menyelaraskan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan rantai pasok bahan baku pangan terutama dalam memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan efisiensi pengelolaan bahan baku pangan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo sangat memberikan manfaat bagi banyak orang.
"Menurut saya program MBG ini yang paling dirasakan manfaat oleh banyak orang. Program sudah menyentuh sampai 60 juta sampai 82 juta orang. Program ini ditujukan bagi peserta didik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA serta juga ditujukan bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui," ungkap Gubernur.
"Selain itu melalui Program MBG juga mampu menyerap bahan baku pangan lokal dan ini berdampak positif bagi masyarakat kita serta penyerapan tenaga kerja," ungkap Gubernur.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen untuk mendukung penuh setiap upaya kolaboratif dalam meningkatkan sistem pangan dan gizi masyarakat. "Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan generasi NTT yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing," jelasnya.
"Melalui lokakarya ini, saya berharap kita dapat menyamakan persepsi, berbagi informasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret dan implementatif. Upaya untuk memastikan ketersediaan bahan baku pangan tidak hanya menyangkut aspek produksi, tetapi juga distribusi yang efisien, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Kerjasama dan Kemitraan BGN Heri Chandra mengapresiasi dukungan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis. "Kegiatan kita hari ini merupakan bentuk nyata dari kemitraan yang dibangun oleh BGN untuk meningkatkan tingkat gizi dan tentunya kualitas pendidikan bagi anak-anak kita. Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi NTT yang senantiasa mendukung kami," ungkapnya.
"Ada banyak perubahan positif dampak dari Program MBG yang kami lihat dalam kunjungan lapangan kami yaitu ekosistem kelas. Ada peningkatan konsentrasi belajar serta mendorong anak rajin masuk sekolah. Jadi ada peningkatan kualitas kehadiran anak di sekolah. Selain itu juga anak mengalami pembelajaran sosial dan empati dengan budaya makan berkelompok, serta rajin mencuci tangan sebelum makan untuk budaya hidup sehat," jelas Heri.
Ia juga mengharapkan kerja sama dari semua lintas sektor agar menjaga rantai pasok bahan baku pangan untuk program MBG dapat dijaga dengan stabil sehingga program tersebut dapat terus berjalan," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Kupang Yudhistira Yewangoe mengutarakan UNICEF turut memberikan perhatian pada hal-hal inti dalam rangka mendukung prioritas pemerintah untuk pemenuhan gizi anak dan peningkatan pendidikan keseluruhan anak.(*/ MN)

