Marno, Jeki dan Aldens, Mahasiswa Undana Lolos jadi Volunteer untuk 25.000 jiwa di Timor

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Di balik gemanya gerakan rekonsiliasi dan pembagian bantuan untuk 25.000 jiwa di pelosok Timor, ada banyak tangan muda yang tak kenal lelah. Tiga di antaranya adalah Marno Bunda, Jeki Sanam, dan Aldens Selan – mahasiswa aktif Peternakan, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang memilih menjadi relawan di garda terdepan.


Keputusan mereka untuk bergabung dalam tim Ci Helen bukanlah hal instan. Saat ide untuk menjangkau 10.000 anak pertama kali muncul pada 5 Februari lalu, ketiga mahasiswa ini langsung tergerak. Mereka melihat panggilan untuk tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di daerah terpencil.


"Kami sadar, medannya ekstrem, komunikasi sulit, bahkan banyak orang tua tak punya ponsel. Tapi justru di situlah kami dibutuhkan," ujar Marno Bunda. 


Ketiganya terlibat langsung dalam pendataan ke 148 sekolah yang tersebar di lokasi terpencil. Mereka juga bertugas dalam koordinasi logistik, pembagian alat tulis, bantuan uang, hingga Alkitab bersuara bagi keluarga yang terbiasa dengan tradisi lisan.


Meski usia mereka masih muda, dedikasi ketiga mahasiswa Undana ini diakui oleh Ci Helen sebagai salah satu kunci keberhasilan gerakan. "Mereka tidak mengeluh. Mereka justru yang paling cepat bergerak ke sekolah-sekolah di pelosok," puji Ci Helen.


Selain membantu distribusi bantuan – yang meliputi alat tulis, logistik pokok, ketiganya juga aktif dalam sesi rekonsiliasi antara orang tua dan anak. Mereka membantu memfasilitasi proses agar budaya keras yang selama ini melekat di masyarakat Timor perlahan berubah menjadi budaya kasih.


Bagi Jeki Sanam, menjadi relawan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga belajar. "Kami melihat sendiri bagaimana seorang ayah yang biasanya keras, menangis saat memeluk anaknya. Itu adalah momen yang mengubah kami juga," katanya.


Aldens Selan menambahkan, "Kampus mengajarkan kami teori. Timor mengajarkan kami hati. Kami bangga menjadi bagian dari gerakan yang akan dikenang sampai 17 April 2026 ini."


Dengan persiapan singkat hanya dua bulan, namun cakupan hingga 44 titik kumpul dan hampir 25.000 jiwa, para mahasiswa ini membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi berkat. Mereka berharap kisah ini menginspirasi lebih banyak anak muda NTT untuk turun tangan melayani masyarakat.


"Kami hanya volunteer biasa. Tapi jika Tuhan memakai orang biasa untuk hal luar biasa, mengapa tidak?" pungkas Marno Bunda.


Gerakan kasih di Timor terus berjalan. Dan di balik setiap senyum anak yang menerima bantuan alat tulis serta pelukan hangat orang tua yang pulih hubungannya, ada Marno, Jeki, Aldens, dan puluhan volunteer lain yang diam-diam menulis sejarah.(MB)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa