Kunjungan Kerja di Kabupaten Belu, Wagub Asadoma Tinjau SPPG Atambua Barat dan NTT Mart

Pemred Liputan NTT
0

BELU, LIPUTANNTT.com,Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma melakukan kunjungan ke SPPG Atambua Barat Bairafu yang berlokasi di Jalan Ade Irma, Kelurahan Beirafu, Kabupaten Belu, Rabu (20/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak 17 Februari 2025. Wagub NTT didampingi  oleh Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi Nange.


Turut hadir dalam kunjungan tersebut Camat Atambua Barat Jemi Boy Kotta, Kepala SPPG Yustinus Lahamukan, PIC SPPG Adriana Luan, serta Lurah Beirafu Aloysius Berek Asa.


Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur melihat langsung proses pembersihan sayur dan operasional dapur yang melayani sebanyak 3.411 penerima manfaat. Saat ini SPPG Atambua Barat memperkerjakan 51 tenaga kerja.


Bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari petani dan peternak lokal. Sayur mayur diperoleh langsung dari para petani, sementara buah-buahan yang tersedia antara lain pisang dan pepaya, serta semangka dan melon sesuai musim. Kebutuhan telur dipasok oleh peternak UMKM, sedangkan daging sapi diperoleh langsung dari para peternak.


Dalam dialog bersama pengelola, disampaikan sejumlah kendala operasional, terutama terkait kelangkaan gas LPG ukuran 50 kilogram di Kabupaten Belu. Akibatnya, pihak pengelola harus menggunakan beberapa tabung gas ukuran 12 kilogram. Selain itu, untuk memperoleh tabung gas 50 kilogram, pengelola harus membeli tabung kosong dengan harga yang cukup tinggi serta berdampak pada waktu memasak dan biaya operasional


Kendala lain yang dihadapi yakni pengelolaan sampah, di mana pengangkutan sampah belum dapat dilakukan setiap hari karena keterbatasan operasional.


Meski demikian, operasional SPPG dinilai telah berjalan sesuai standar. Wakil Gubernur NTT memberikan apresiasi atas kondisi dapur yang sangat bersih dan belum pernah mengalami kasus yang mengganggu pelayanan.


“Saya mengapresiasi karena SPPG ini sangat bersih, sesuai standar dan tidak ada kasus. Saya minta kondisi ini terus dipertahankan dengan bekerja sesuai SOP,” ujar Wagub NTT.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan turut menjadi pengawas dalam pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai ketentuan.


Menurut Wagub, program MBG memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat karena memberikan efek berantai bagi para petani, peternak, serta penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, program ini juga mendukung peningkatan gizi dan pemberantasan stunting sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.


Terkait persoalan sampah di SPPG, Pemerintah Provinsi NTT akan menyurati para Kepala Daerah guna mencari solusi bersama terhadap pengelolaan sampah dari operasional dapur MBG di daerah.


 Kunjungi NTT Mart Atambua, Wagub Johni Dorong Pengelolaan Harus Inovatif:


Wagub Johni Asadoma kemudian melanjutkan  kunjungan kerja ke NTT Mart di Atambua, Kabupaten Belu, Rabu (20/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung operasional pusat promosi UMKM dan produk lokal milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut.


Kedatangan Wakil Gubernur disambut oleh Asisten I Setda Kabupaten Belu Niko Umbu Kudji Beri, Camat Kota Atambua Markus Robinson Maukoi, serta Sekretaris Dekranasda Belu Irene Tefa.


Dalam peninjauan tersebut, pengelola NTT Mart melaporkan bahwa dalam satu minggu terakhir jumlah pengunjung yang datang tercatat sekitar 15 orang. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur meminta agar pengelolaan NTT Mart terus ditingkatkan sehingga lebih menarik minat masyarakat untuk datang dan berbelanja.


Menurut Wagub, NTT Mart tidak hanya menjual produk kerajinan seperti kain tenun, tetapi juga perlu menghadirkan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk bahan pokok dan produk UMKM yang memiliki daya tarik bagi konsumen.


“Harus ada sesuatu yang membuat orang tertarik datang ke sini. Operasional perlu ditingkatkan, produk yang dijual juga harus lebih lengkap dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga meminta agar promosi dan publikasi NTT Mart diperkuat sehingga keberadaan pusat UMKM tersebut lebih dikenal masyarakat luas. Selain itu, Wagub mengarahkan agar dibuat tenda di bagian depan bangunan untuk mendukung aktivitas penjualan dan promosi produk UMKM.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa bangunan NTT Mart awalnya merupakan galeri tenun bantuan Bank Indonesia yang hanya difungsikan untuk penjualan kain tenun. Namun ke depan, pemerintah berharap bangunan tersebut dapat dioptimalkan menjadi pusat aktivitas UMKM agar lebih banyak pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.


“Bangunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal harus dioptimalkan supaya UMKM bisa berkembang dan masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi,” tambahnya.,(*/ RLL)



Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa