Gubernur NTT Melki Laka Lena Gandeng LLDIKTI dan Kemdiktisaintek Percepat Pemulihan Pascabencana Flores, Bantuan 1 Miliar Disalurkan

Pemred Liputan NTT
0

 

KUPANG, LIPUTANNTT.com,Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima pertemuan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah XV, bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, Jumat (2/10/2026) sore.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., beserta jajaran, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng, beserta jajaran, Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT, serta perwakilan dari universitas negeri / swasta.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), LLDIKTI, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan sektor pendidikan pascabencana di wilayah Flores.


Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya merumuskan secara matang dan terarah peran perguruan tinggi pada masa transisi menuju pemulihan pascabencana. Menurutnya, kampus tidak hanya berada pada posisi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memiliki sumber daya manusia, keahlian, teknologi dan jaringan yang dapat digerakkan untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat terdampak bencana gempa di Flores.


Menurut Gubernur, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam situasi pascabencana, baik melalui dukungan kemanusiaan, pendampingan masyarakat, penguatan layanan pendidikan, maupun kontribusi keilmuan dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak.


“Pemulihan pascabencana tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Kita membutuhkan kekuatan bersama, termasuk perguruan tinggi, LLDIKTI, Kemdiktisaintek dan seluruh pemangku kepentingan. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan aktivitas pendidikan tetap berjalan. Dan perlu kita rumuskan dengan baik bagaimana peran kampus-kampus dalam masa transisi atau pemulihan pascabencana gempa di Flores. Kampus harus kita libatkan dan kita gerakkan untuk masuk dalam program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegas Gubernur.


Salah satu bidang yang dinilai penting adalah pendataan dan pemetaan dampak kerusakan akibat bencana. Gubernur mendorong agar perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam melakukan pendataan kerusakan infrastruktur, rumah-rumah masyarakat, fasilitas publik dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat lainnya.


Pendataan tersebut, kata Gubernur, perlu dilakukan secara terpadu dan berbasis data sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan serta prioritas penanganan pada masa pemulihan.


“Pendataan kerusakan infrastruktur, rumah-rumah masyarakat dan fasilitas publik perlu dikolaborasikan. Kita membutuhkan data yang baik agar intervensi pemerintah dan semua pihak tepat sasaran,” jelasnya.


Selain aspek infrastruktur, Gubernur juga menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.


Karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung pemulihan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan sektor ekonomi masyarakat lainnya.


Keterlibatan kampus dapat dilakukan melalui kajian, pendampingan, penerapan teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, hingga pelaksanaan program-program pengabdian yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat terdampak.


“Pertanian, peternakan, perikanan dan sektor-sektor lainnya juga harus menjadi perhatian. Kampus-kampus harus dilibatkan dan digerakkan untuk menjalankan program yang benar-benar menyentuh dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Gubernur Melki.


Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu dibangun dalam kerangka kerja yang jelas sehingga setiap perguruan tinggi dapat mengambil bagian sesuai dengan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki.


Dalam pertemuan tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, melaporkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Undana sejak awal terjadinya bencana gempa bumi di wilayah Flores.


Prof. Jefri menjelaskan bahwa Undana langsung bergerak dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana serta Posko Penanganan Bencana Gempa Flores sebagai bagian dari respons awal perguruan tinggi terhadap kondisi masyarakat terdampak.


Langkah tersebut menjadi bentuk respons cepat Undana dalam mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung upaya penanganan bencana di wilayah Flores.


“Sejak awal terjadi bencana di Flores, Undana langsung bergerak dengan membentuk Satgas Penanganan Bencana dan Posko Penanganan Bencana Gempa Flores,” jelas Prof. Jefri.


Lebih lanjut, Rektor Undana melaporkan bahwa pada tahap awal penanganan bencana, Undana telah menurunkan lima tim ke wilayah terdampak.


Tim-tim tersebut dikerahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana di lapangan. Selanjutnya, Undana juga mempersiapkan pengiriman dua tim tambahan dalam waktu dekat yang akan difokuskan pada tahapan transisi menuju pemulihan.


Dua tim tersebut akan mendukung kegiatan antara lain trauma healing bagi masyarakat terdampak serta sekolah lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan proses pendidikan di wilayah terdampak bencana.


“Pada tahapan pertama kami sudah menurunkan lima tim. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan lagi dua tim untuk mendukung masa transisi dan pemulihan, terutama untuk trauma healing dan sekolah lapangan,” ungkapnya.


Tidak hanya bergerak dalam penanganan masyarakat di lapangan, Undana juga mengambil langkah untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana gempa Flores.


Rektor Undana menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester terlebih dahulu bagi mahasiswa dan mahasiswi asal Flores yang terdampak langsung bencana gempa.


Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan Undana agar mahasiswa yang terdampak bencana dapat tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi keluarga dan lingkungan yang sedang menghadapi masa pemulihan.


Kebijakan pembebasan UKT tersebut, lanjut Prof. Jefri, telah memperoleh persetujuan dari kementerian terkait.


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan bencana tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa terdampak untuk melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan studinya.


Dengan demikian, kehadiran perguruan tinggi dalam masa pemulihan tidak hanya bersifat responsif, tetapi dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.


_*LLDIKTI Wilayah III Langsung Koordinasi Saat Bencana Terjadi*_


Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. menyampaikan bahwa respons terhadap bencana di Flores dilakukan sejak awal setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.


Menurutnya, LLDIKTI Wilayah III langsung berkoordinasi dengan LLDIKTI Wilayah XV dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengidentifikasi kebutuhan serta bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.


“Ketika terjadi bencana di Flores, kami langsung koordinasi dengan LLDIKTI XV dan BPBD. Kami bertanya kira-kira apa yang bisa kami lakukan dan apa yang bisa kami bantu. Itu segera kami tindak lanjuti,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah III.


Tidak hanya memberikan dukungan dari Jakarta, sejumlah perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah III juga turut mengambil bagian secara langsung di lapangan.


Keterlibatan tersebut antara lain dilakukan melalui berbagai kegiatan di bidang kesehatan, trauma healing, serta pendidikan, sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.


“Bahkan beberapa perguruan tinggi kami di Jakarta juga turun langsung ke lapangan, baik yang bergerak dalam bidang kesehatan, trauma healing maupun pendidikan,” lanjutnya.


Selain mengerahkan perguruan tinggi untuk terlibat langsung, LLDIKTI Wilayah III juga menginisiasi pengumpulan donasi dari perguruan tinggi di wilayah Jakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Flores, NTT.


Donasi tersebut menjadi bagian dari gerakan solidaritas insan pendidikan untuk membantu saudara-saudari di Flores yang sedang menghadapi masa pemulihan akibat bencana.


“Atas nama perguruan tinggi yang ada di wilayah kami, kami turut prihatin atas tragedi bencana alam tersebut dan kami berkomitmen untuk mendukung penanggulangan bencana,” ungkapnya.


_*Dukungan Kemanusiaan Rp.1.037.008.105 Miliar*_


Komitmen sinergi tersebut juga diwujudkan melalui dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores.


Dalam kesempatan tersebut, insan LLDIKTI Wilayah III menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai sebesar Rp.427.241.128 juta. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas insan pendidikan terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.


Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp.609.766.977 juta.


Dengan demikian, total bantuan kemanusiaan yang diserahkan melalui dukungan insan LLDIKTI Wilayah III dan Kemdiktisaintek mencapai Rp.1.037.008.105 Miliar.


Gubernur NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta solidaritas tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menunjukkan hadirnya semangat gotong royong dan kepedulian dari insan pendidikan untuk masyarakat NTT.


“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas. Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah XV, Kemdiktisaintek dan seluruh insan pendidikan yang ikut mengambil bagian dalam proses pemulihan masyarakat Flores,” ungkap Gubernur Melki.

Gubernur menegaskan, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak sekaligus memperkuat proses pemulihan sektor pendidikan di wilayah Flores.


Ia juga berharap kolaborasi yang telah dibangun tidak berhenti pada bantuan kemanusiaan, tetapi berlanjut dalam bentuk program-program pemulihan dan pendampingan yang terarah, terukur dan berkelanjutan.


Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kolaborasi antara pemerintah, kementerian, LLDIKTI, perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana sekaligus membangun kembali kehidupan sosial dan pendidikan di wilayah Flores.(*)



Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Melayani permintaan peliputan dan pemasangan iklan banner. Marketing Director (Email: redaksiliputanntt@gmail.com.Contact Person:081236630013). Alamat Redaksi: Jl. Oekam, RT 13/RW 005 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT. Email: redaksiliputanntt@gmail.com. Tlp/Hp: 081236630013 Rekening: BRI: No. Rek. 467601014931533 a.n. Hendrik Missa Bank NTT: No. Rek. 2503210258 a.n. Hendrik Missa