KUPANG, LIPUTANNTT.Com,Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Upacara Makorem 161/Wira Sakti (WS), Senin (5/10/2026) pagi.
HUT ke-81 TNI Tahun 2026 mengangkat tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema ini menegaskan pentingnya hubungan yang erat antara TNI dan rakyat sebagai bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga kedaulatan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera.
Upacara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, yang meliputi Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VII Laksda TNI Joni Sudianto, Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, Komandan Resor Militer 161 Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono serta Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTT Brigjen Pol. Faizal.
Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya koordinasi, komunikasi dan sinergi antarlembaga di NTT dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung berbagai agenda pembangunan.
Selain unsur Forkopimda, upacara juga dihadiri pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta, unsur TNI/Polri & ASN, insan pers, serta mitra kerja terkait lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa semangat menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.
Rangkaian Upacara Berlangsung Khidmat
Rangkaian upacara diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara. Selanjutnya, Dankodaeral VII Kupang selaku Inspektur Upacara tiba di mimbar upacara, dilanjutkan dengan penyiapan pasukan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan.
Suasana upacara semakin khidmat ketika lambang-lambang kesatuan memasuki lapangan upacara, kemudian diikuti dengan penghormatan kepada lambang-lambang kesatuan sebagai simbol kehormatan dan jati diri satuan TNI.
Rangkaian berikutnya adalah mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara.
Setelah itu dilaksanakan pengucapan Sapta Marga, dilanjutkan dengan penyampaian amanat oleh Inspektur Upacara sebagai bagian penting dari refleksi perjalanan pengabdian TNI sekaligus peneguhan komitmen dalam menjalankan tugas kepada bangsa dan negara.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari, penghormatan kepada lambang-lambang kesatuan, serta keluarnya lambang-lambang kesatuan dari lapangan upacara.
Setelah itu, pasukan kembali memberikan penghormatan kepada Inspektur Upacara sebelum Inspektur Upacara meninggalkan lapangan upacara. Rangkaian resmi ditutup dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara.
_*Panglima TNI: Kepercayaan Rakyat adalah Kehormatan dan Amanah*_
Dalam upacara tersebut, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VII Laksda TNI Joni Sudianto selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Panglima TNI.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI di mana pun berada dan bertugas atas dedikasi, loyalitas, kerja keras serta pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
Panglima TNI menegaskan bahwa tingginya kepercayaan rakyat kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah diberikan. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi kehormatan dan amanah yang wajib dijaga oleh seluruh jajaran TNI.
Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Namun, semakin kuat dan modern kemampuan TNI, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, penguatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Laksda TNI Joni Sudianto.
Panglima TNI juga mengingatkan bahwa lingkungan strategis terus mengalami perubahan. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menghadapi berbagai dinamika tersebut, TNI diminta tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya.
Momentum HUT ke-81 TNI diharapkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur.
_*Lima Penekanan: Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif*_
Dalam amanat tersebut, Panglima TNI juga menekankan agar PRIMA menjadi budaya pengabdian seluruh prajurit dan ASN TNI.
Pertama, Profesional, dengan menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi serta melaksanakan setiap tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
Kedua, Responsif, yakni peka terhadap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
Ketiga, Integratif, dengan membangun sinergi bersama seluruh komponen bangsa sehingga kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil dan makmur.
Keempat, Modern, yakni menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya, menggunakannya secara optimal dan terintegrasi serta terus meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
Kelima, Adaptif, dengan menjadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan pembelajaran, mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.
Panglima TNI menegaskan kelima penekanan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap dan bertindak, baik saat ini maupun di masa mendatang.
_*TNI Kuat Bersama Rakyat*_
Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan negara serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurut Gubernur, tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” memiliki makna strategis bahwa kekuatan TNI tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan kebersamaan dengan rakyat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, kita menyampaikan selamat HUT ke-81 kepada Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin kuat bersama rakyat dan terus menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD, kejaksaan, instansi vertikal, dunia usaha, media dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, soliditas dan koordinasi antarlembaga menjadi modal penting dalam menjaga NTT tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi serta pemerintah dapat melaksanakan pembangunan secara optimal.
“Kita terus memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh komponen masyarakat. Dengan kebersamaan ini, kita menjaga NTT tetap aman, kondusif dan terus bergerak maju,” lanjutnya.
Usai rangkaian upacara pokok, kegiatan dilanjutkan dengan acara tambahan berupa pemotongan tumpeng sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 TNI.
Acara tambahan tersebut menjadi momentum kebersamaan antara jajaran TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, insan pers dan mitra kerja yang hadir dalam peringatan tersebut.
Peringatan HUT ke-81 TNI di NTT pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian TNI, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan seluruh komponen bangsa.
Dari Lapangan Upacara Makorem 161/Wira Sakti, semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat” kembali diteguhkan sebagai kekuatan bersama untuk menjaga persatuan, keamanan dan kedaulatan Indonesia menuju kehidupan bangsa yang adil dan makmur.(*/ ALR)


